#

News Detail

#

BNPB: Banjir Semarang akan ditangani secara menyeluruh

Semarang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan banjir di sejumlah wilayah di Semarang, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon akan ditangani secara menyeluruh.

Kepala BNPB Suharyanto di Semarang, Selasa, mengatakan pemerintah mempersiapkan penanganan jangka pendek (darurat) dan jangka panjang atas jebolnya tanggul Sungai Plumbon.

Langkah tersebut merupakan kolaborasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), BNPB, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Hal itu disampaikan Suharyanto saat meninjau lokasi jebolnya tanggul, yang dilanjutkan rapat terbatas bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Kepala BBWS Pemali-Juana Sudarto.

Menurut dia, banjir yang terjadi saat ini sudah tertangani dan sudah surut. BBWS Pemali-Juana pun sudah mengambil langkah darurat dengan menutup sumber banjir.

Tanggul jebol Sungai Plumbon sudah ditangani sementara dan setelah itu nanti akan ditangani secara permanen.

"Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bekerja sama dengan BBWS akan membebaskan lahan agar sungai bisa dilebarkan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi di tempat yang sama," kata Suharyanto.

Menurutnya, semua masyarakat terdampak bencana telah tertangani dengan baik, termasuk mereka yang mengungsi di rumah keluarga juga telah tercukupi kebutuhan dasarnya.

"Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang sudah memberikan bantuan. Kami juga secara simbolis memberikan bantuan awal untuk kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, air bersih dan sebagainya. Nanti kalau kurang akan kita tambah," ujar Suharyanto.

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kata dia, langkah berikutnya adalah menyiapkan lokasi hunian masyarakat yang terdampak banjir, diawali penentuan titik lokasi dan menghitung kebutuhan untuk hunian oleh Pemkot Semarang.

Ia mengatakan pembangunan hunian sementara (huntara) akan dilakukan oleh BNPB dan sudah banyak contohnya di daerah lain di Jateng. Bagi warga yang tidak mau tinggal di huntara nanti akan didata dan diberikan bantuan Rp600 ribu per bulan sampai hunian tetap jadi.

"Baru kemudian dipikirkan soal hunian tetap, khususnya bagi masyarakat yang sudah tidak bisa tinggal di tempat semula, karena berpotensi terdampak bencana serupa," kata Suharyanto.


Sumber: (antaranews.com)

#

BUTUH INFORMASI LAIN ?

Dapatkan informasi lain seputar BCM.